Lanjutan jari tangan setelah mengoprasikan hal hal yang diperlukan , kini tergerak untuk menyalin terjemahan imaginasi fikiran . Tergambar jelas ini benar benar bukan sisi dimana saya menulis . Namun biarkanlah hitung hitung menilai dalam sudut yang berbeda.
Sejenis kapur ketika dituliskan , terlihat jelas diatas hitamnya papan tulis , begitu juga dengan diri saya terlihat terang diantara kejujuran yang ada . Semuanya terheran , rasanya saya tahu kenapa? karena mereka tahu kalau itu adalah diriku . Semakin mendalami peran saya untuk itu, serentak mereka teriak turunkan dan bunuh sekarang juga . Saat itu saya terbangun diatas kesepian dan sadar itu hanya perasaan saja .
Tahu apa dan kenapa saya berbuat ini , namun tidak cukup berani untuk berbicara lantang dihadapan mereka . Yang saya bisa membisu mulut dan berperilaku wajar , anggap ini semua telah berakhir .
Pelajaran besar diriku dalam hal ini , Dusta bukan sebagian dari hal baik dan mereka semua adalah benar . Pendengaran itu sadarkan saya , kesadaran lah yang mampu mengerakkan tangan saya lagi untuk berbuat apa yang bisa dipegang , diraih , ditarik, digenggam dan dikepal .