Hidup Dengan 20.000 Saja

Berbicara untuk didengarkan, melihat untuk diakui. Semenjak terlahir memang hidup ini benar – benar membuat susah, bagaimana tidak kita harus bangun tidak lebih dari jam 04:00 pagi dan pulang jam 05:00 sore hanya ingin mendapat selembar  20.000 .

Apa aku menyalahkan? iya jawabannya. Kenapa? karena  sekarang kita adalah masyarakat dari sebuah negara yang memiliki pemerintah, dan sewajarnya  ada yang bertanggung jawab atas segala penderitaan dan tangisan kita, bukannya mereka sedikit banyak telah memakan sedikit uang dari keringat kita . Wajar saja saja berbicara demikian, atas rasa jengkel dan berusaha menyampaikan isi dari penderitaan – penderitaan yang ada.

langkah-sang-petani

SAAT MEREKA TERSENYUM MENIKMATI KEKAYAAN , KITA HARUS MELANGKAHKAN KAKI YANG BERAT INI DIBAWAH TERIK MATAHARI.

Masyarakat jangan terlalu puas atas ini semua, karena harusnya kita mendapatkan hal yang lebih atas semua ini, mungkin bukan karena mereka tapi? dari sebagian dari mereka. hanya 1 hal yang bisa kita lakukan berteriak lewat struktural yang benar, berorasi kebenaran , sebagai ungkapan nasehat buat mereka – mereka yang lalai bahwa dia hidup dari hasil tangisan  kita.

Semua ini memang tarlambat, akan tetapi lebih terlambat kalau kita membiarkan keterlambatan itu berkelanjutan. Beabagai Bangsa yang besar , bangsa yang selalu menjujung tinggi kedaulatan Republik Indonesia . Mari bersama – sama hal yang sudah, menjadi pelajaran berarti dan kia mulai  memperbaiki kesalahan – kesalahan itu semua.

Iklan

4 thoughts on “Hidup Dengan 20.000 Saja

  1. rasulfm berkata:

    klik disini
    http://rasulradio.wordpress.com
    anda akan bergabung dengan temen temen mahasiswa intelektual .

    Reply

  2. dhedhecuit berkata:

    apalagi kalo lihat lansia yang masih membasuh keringat menjajakan barang yang ia jual sepanjang jalan demi beberapa rupiah

  3. dafiDRiau berkata:

    Sebenarnya tak sanggup untuk meihat semua itu, tetapi apala daya, kita pun hidup pas-passan..!!

    • yusufamrulloh berkata:

      saya bukan mengkritik , tapi bahasa muncul dari salah satu dari mereka, yang hanya bisa menulis . ungkapan jeritan hati dan lamanya penderitaan . gak papalah , ini pun juga gak akan merubah… biarkan aku bersuara , agar hati ini lebih tenang..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Iklan
%d blogger menyukai ini: