Pimpinanku Jadi Cover Depan

Tidak jarang aku mencoba, tapi tak jarang pula aku gagal. Aku takut lambat tahun suasana ini akan mematikanku. Ini adalah secarik makna hidup  dari  berbagai sisi kehupan dan itu aku tahu tidak sedikit orang yang merasakan apa yang aku rasa saat ini . Mungkin kau tak percaya kalau aku pernah menangis karena rasa takutku, mungkin kau tak percaya kalau aku pernah diam membisu karena sesuatu telah membungkam mulut ku. Ini bukan kisah ramantis dimana sang romeo dan juliet bercinta ,dan ini juga bukan kisah taubat ketika anak brutal yang kembali ke jalan yang benar , tetapi ini adalah sebuah kehidupan masyarakat yang takut akan negaranya sendiri.

Awal dari segalanya, kita memulainya dengan cita – cita luhur yang sampai sekarang masih sering kita perdengarkan ditelinga kita. bahwa bangas ini akan mewujudkan bangasa diatas norama kemanusiaan, bangsa yang menciptakan negara yang adil , makmur ,dan memiliki masyarakat yang berintelektul tinggi dan infastruktur yang  menbuat masyarakat tak lagi harus ke negara lain, nyaman tinggal di negaranya sendiri. Kita tetap menghargai bangi sebagianorang yang telah berbuat banyak bagi bangsa , tapi bagi mereka para durjana …..!! menyingkirlah dari hadapan kami.

Atas nama rasa malu atas pujian yang sering kita dengar dari negara – negara tetangga , bahwa bangsa kita adalah bangsa yang subur , bangsa yang bermoral sopan santun, bangsa yang memiliki banyak Sumber Daya Alam yang luar biasa tetapi kesuburan itu harus tercoreng pedang tajam yang mengharuskan anak kecil putus sekolah, pemuda harus pusing mencari pekerjaan, dan moral sebagian pemimpin harus menjadi topik paling depan dalam surat kabar.

Aku bukan kepala desa bos, aku juga bukan camat, bupati, wakil rakyat atau presiden saat ini. Aku adalah masyarakat kecil, aku hidup dari kotoran yang kau buang, dan terkadang aku masih diminta -minta atas kata bayar kewajiban PAJAK, tidak taukah kau berapa banyak kau lupakan kewajibankau sendiri.

Salam bahagia bagi teman – teman seperjuangan, junjung tinggi kata BINEKA TUNGGAL IKA , aku yakin langkah kita ini benar dan suatu saat nanti ketika bangsa ini telah hancur , kita tidak akan dituntut banyak oleh para pahlawan yang dulu telah memperjuangkan bangsa dengan darah dan jiwa mereka. Ini adalah nyata , ini adalah kehidupan bangsa kita yang sudah mentah – mentah menipu dengan beberapa hal yang tampa kita sadari. Salam untuk semua  yang masih dalam tekat mengembalikan negara kita ke dalam karakter negara kita yang sebenarnya.

2 thoughts on “Pimpinanku Jadi Cover Depan

  1. dafiDRiau berkata:

    sekarang banyak Pejabat yang tidak tepat pada janji-janjinya!!kalau dibandingkan 9 : 1!!!

    • yusufamrulloh berkata:

      keliahatannya buah dari money politic ….. hutang banyak , tempo mengejar akhirnya yaaaaa…. gitu, keperluan primer didahulukan menurut dia.. moga aja Indonesia , makin berbenah.aminn

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: