Kenapa aku harus memilih-MU

Ketika suatu aktifitas yang kita lakukan dalam waktu yang sama dan berulang – ulang maka keterbiasaanlah yang akan muncul . Ketika sebuah aktifitas yang dilakukan berulang – ulang atas kesepakatan dan dipercaya oleh masyarakat adalah kebudayaan . Ketika kita hidup di lingkungan yang baik maka kemungkinan besar hal baik itu akan kita dapatkan. kemudian muncul ah pertanyaan :

Apakah keterbiasaan seseorang itu salah ?

Apakah kebudayaan  harus kita lakukan dan sepakati ?

Apakah hal yang terbentuk dari lingkungan itu semunya benar ?

Satu jawabnya , ketika mereka sudah menghayati dan mempelajari secara mendalam tentang pertanyaan apakah ini memang benar atau dibenar  – benarkan ? arti Kebenaran itu ternyata bermacam macam , bahkan ada yang berpendapat kalau kebenaran itu adalah relatif . hufttt… Saya tertarik dengan satu pendapat ini , Terus kemudian timbul pertanyaan dalam diri saya , Apa kebenaran Tuhan pun juga demikian ? kalau iya jawabnya maka semua agama didunia itu adalah benar , terus bagai mana dengan istilah domba – domba tersesat, kafir dll itu (Apa kah itu juga relatif ? ). Sebuah kebenaran bukan hanya usaha pemikiran saja, melainkan ada beberapa hal yang harus kita kaji lebih mendalam .

“Menurut  al-Ghazali seseorang tidak dapat mencapai ma’rifah dengan indera dan akalnya, akan tetapi ma’rifah diperoleh melalui nur yang di ilhamkan oleh Tuhan kepadanya. Nur ini adalah kunci pembuka sebagian besar dari ilmu ma’rifat. Barangsiapa mengira bahwa tirai hanya dapat dibuka dengan menyusun kata-kata dan alasan-alasan belaka, berarti ia telah menyempitkan rahmat Allah yang luas dan kebenaran itu hanya dalam penghayatan sufi.kebenaran maka seseorang atau masyarakat itu akan terbebas dari kata salah.”

Dalam kajian Ghozali memang sedikit membuat kita tergambarkan satu sosok yang misterius , Sufi adalah rahmat yang sangat luar biyasa dalam islam, karena tidak semua orang bida san mendapatkan rahmat ini. Tetapi yang jelas Al – Ghozali sedikit mebatas bahwa , manusia tidak akan mendapatkan kebenaran kalau hanya dengan mendewakan akalnya saja.

Sekarang bagai mana ”  MENURUT HARUN NASUTION dan M. QURAISH SHIHAB tentang AKAL DAN WAHYU ”

lihat disini.

Jawab pertanyaan di atas kalau memang anda sudah bisa menyimpulkan , Apa sih kebenaran itu !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: