Monthly Archives: November 2010

Niatnya sih belajar ” tp “

20 vs 21

Beberapa hal yang membuat saya menulis sebuah fenomena yang saya kira ini akan merubah paradikma kita yang duloe menjadi terkini dan penuh enovasi . perbedaan dan aperubahan Abad 20  dan abad 21 .

Abad 20 memiliki kinerja yang pasti Stability, predictability (bisa diramal) kalau sekolah mengambil jurusan pendidikan maka bisa dipastikan akan menjadi Guru. Namun abad 21 bermakna lain discolitinicus changes ( perubahan yang tidak runtut ) bisa menjadi apa saja walau title Hukum atau Sarjana Pendidikan.

20 adalah Size and scale ( ukuran dan kekuasaan ) abad 21 berbicara lain Speed and Responsive ( kecepatan dan mengenali lingkungan ).

Leadership from Top ( kepemimpinan dari atas atau kebawah ” otoriter” ) namun dalam pemerintahan abad 21 system pemerintahannya berbeda Leadership from every person (  setiap orang bisa jadi pemimpin )

Kalau masalah pengorganisasian dalam lembaga , Itansi , militer dan kelompok apun itu, abad 20 terlihat kaku ( Organitation Ragit) . Abad 21 melakukan hal yang berbeda dalam memanagement Organisasi dengan lebih lunak ( Fleksibel )

Controle by rulez hirarki ( dikendalikan oleh peraturan ) namun kalau abad 21 kini lebih ke visi dan tujuan ( controle by values vision ) kontrol dengan nilai-nilai visi.

Information closely guarded ( informasi yang tertutup dan terjaga ) lain halnya sekarang abad yang penuh dengan transparasi dan mudah diakses oleh siapapun dimanapun ( Information shared ).

Kualitatif Analisis dengan Creativity ( dari segi personal saja terlihat lebih mengembangkan diri dari pada abad 20 )

Dirasa atau tidak memang ini tidak semua  ini sudah terlaksana diawal abad 21 ini , namun pada dasarnya ini sudah tumbuh dan merata . Dari kenyataan diatas paling tidak ada hal hal yang bisa dilakukan atau dirubah bahwa kita mesti bagaimana ? .

Okey kawan waktunya kita merubah dan mantapkan kaki kita untuk terus berenovasi dan berkarya .

Koreksi dan Proyeksi

Lama sekali gak nulis , bukan malas atau gak ada yang mau ditulis tapi juga gak banyak yang mau ditulis . Gini sajalah jujur ada sedikit aktifitas yang buat lebih enjoy. Sekedar pemanasan saja, kalau anda adalah orang yang selalu menikuti alur dan nasib kita negri Indonesia pasti sedikit banayak akan merasakan hal ini.

Sebelum banyak hal yang kita terjemahin menurut sudut pandang pribadi saya , maka kita baca dulu sub title diatas . KOREKSI dan PROYEKSI dua kata penuh mana membangun itulah yang terlintas di benak pikiran saya. semakin lama bukannya kita semain bagus karena :

  1. Selalu beranggapan negative , hidup dalam prasangka bukan kenyataan.
  2. Selalu mengoreksi orang lain dari pada diri sendiri. menjadi masalah kalau ini menjadi kebiasaan.
  3. Semakin hobie terprovokasi dan jadi provokator .

3 hal ini aja mungin kita dah terkena sindiran plus nasehat , walaupun didalam hati kita bilang ini gak bener . Emang biasanya manusia itu tidak mau disalahkan seperti kita sekarang ini.

semakin terpuruk dan tidak ada upaya untuk mendaki sama sekali , akhirnya kita hanya sebagai manusia yang berprasangka bangga dan orang yang baik.

Semua ini sudah mengakar kalaupun saya menasehati diri sendiri yang pasti anda tau diri ini lebih dekat dari pada Anda , dan ini saja belum tentu saya menganggap ini baik buat saya. makanya saya tinggalin dulu buat koreksi sekarang beraling di gerbong selanjujnya Proyeksi , lama sekali aku gak mendapatkan hal ini semenjak saya bertemu degan orang dari tionghoa yang berpesan sebelum tidur berlatihlagh untuk merencanakan aktifitas apapun di keesok harinya. Ini benar benar terlupakan dan saya juga dah lupa saya pernah melakukan itu apa belum.

saya juga menidentifikasi ada 3 kejala ketika baca ini :

  1. Sebagai manusia yang mau dibilang benar, hal ini pura pura tidak dialami atau menutup – nutupi.
  2. Sebagai manusia yang rajin berprasangka, sekarang ini mulai berprasangka tetang penulis , bukan baik tapi buruk juga.
  3. kalau anda berprasangka baik , 1 hal yang mesti diperhatikan 2hal diatas bukan termasuk Anda.
Baca lagi sebelum comentar buruk